Diberdayakan oleh Blogger.

Desktop

Chat

Bookmarks

User

Mail

Videos

Contact

Mobile

Archive

Racing

Cute

PENGURUS HARIAN

Kota

Portfolio

Feature

Tabligh Akbar “Tauhid Beres Negara Sukses”


Dalam kehidupan keseharian kita, tentu istilah Tabligh Akbar bukanlah istilah yang asing. Istilah tersebut  justru istilah yang menjadi kegiatan rutin keagamaan. Kita juga sudah sangat akrab dengan istilah Tabligh Akbar, sehingga ada yang kita dengar  kelompok jama’ah tertentu yang menamakan diri sebagai jama’ah Tabligh. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan tabligh? Pada hakekatnya kegiatan Tabligh Akbar merupakan konsep untuk membangun komunikasi dalam rangka silaturrahmi antara sesama sesama umat.  Dalam hal memberi dan berbagi ilmu agama pada kondisi dan situasi tertentu.  

Taukah anda Tauhid itu apa?
Tauhid secara bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il wahhada-yuwahhidu (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu satu saja. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata: “Makna ini tidak tepat kecuali diikuti dengan penafian. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita jadikan satu saja, kemudian baru menetapkannya” (Syarh Tsalatsatil Ushul, 39). Secara istilah syar’i, makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya (Syarh Tsalatsatil Ushul, 39). Dari makna ini sesungguhnya dapat dipahami bahwa banyak hal yang dijadikan sesembahan oleh manusia, bisa jadi berupa Malaikat, para Nabi, orang-orang shalih atau bahkan makhluk Allah yang lain, namun seorang yang bertauhid hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan saja.

Mengapa harus Bertauhid?
Dalil-dalil yang menunjukkan urgensi mempelajari tauhid di antaranya,
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” (QS. Al Kahfi: 110). Ayat ini sudah menunjukkan syarat diterimanya ibadah yaitu tauhid dan ittiba’. Tauhid maksudnya mengikhlaskan ibadah untuk Allah semata, sedangkan ittiba’ maksudnya adalah mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beramal.


Selaras dengan pernyataan di atas, hadirilah Tabligh Akbar dan Bedah Buku yang bertemakan “Tauhid Beres Negara Sukses” pada Hari Ahad, tanggal 27 Maret 2016 oleh Ustad Dr. Sufyan Baswedan, MA (Alumni Doktoral Fakultas Hadist Universitas Islam Madinah) yang diselenggarakan oleh Rohis Al-Madinah Teknik Planologi.

Press Release Rangkaian Acara Idul Adha 1436 H



Assalamualaikum Sahabat Almadinah, Berikut ini merupakan rangkuman rangkaian kegiatan yang baru saja terlaksana. Acara apa hayoo? Mudah saja ditebak dari judul postingan ini. Nah, mari dibaca.
Biro Rohis  Al-Madinah Teknik Planologi sangat antusias dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha dengan mengadakan rangkaian acara menuju hari H. Rangkaian acara tersebut meliputi Kajian Islami, Malam Takbiran, dan Acara Penyembelihan, Pemotongan, dan Pembagian Daging Qurban. Kegiatan pertama yaitu mengadakan kajian yang bertemakan Kisah dan Hikmah Berqurban pada hari Rabu, 23 september 2015, Pukul 16.30 WIB di Musholla Al-Hikmah. Kajian tersebut berlangsung secara hikmat dan mengasyikan karena Ustadz Taufik yang memberikan kajian tergolong santai sehingga materi yang disampaikan langsung dapat dicerna oleh para Mahasiswa. Kajian ini diikuti oleh sebagian besar mahasiswa Planologi dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang dari Ikhwan dan sekitar 8 mahasiswa akhwat. Setelah pukul menunjukkan 17.40 WIB kajian pada hari itu diakhiri dengan mengucapkan lafadz hamdalah kemudian dilanjutkan dengan acara buka bersama bagi yang berpuasa sunnah Arafah. Takjil yang disediakan oleh Almadinah berupa es buah yang sangat menyegarkan.
 Kegiatan selanjutnya yaitu Malam Takbiran yang dimulai selepas ba’da isya yang diikuti oleh mahasiswa Planologi di Musholla Al-Hikmah. Acara pada malam itu berupa takbiran yang dimeriahkan oleh alunan ketukan nada dari Perkusi Plano. Setelah larut malam sekitar pukul 10.30 para peserta makan bersama dengan makanan ringan dan nasi goreng yang telah disediakan oleh panitia dari Almadinah dan dilanjutkan dengan kegiatan sharing tentang refleksi Hari Raya Idul Adha tahun kemarin.
Rangkaian acara selanjutnya yaitu Penyembelihan, Pemotongan, dan Pembagian Daging Qurban. Acara tersebut berlangsung pada pukul 09.00 selepas Sholat Idul Adha. Tahun 2015 ini Biro Rohis Al-Madinah menyediakan 5 hewan qurban yang diantaranya terdiri dari empat ekor kambing yang berasal dari infaq mahasiswa Planologi dan para donator serta satu ekor sapi yang merupakan qurban dari dosen Planologi. Pada pukul 09.00 WIB acara penyembelihan hewan qurban dimulai dengan penyembelihan hewan pertama yaitu sapi. Sesi tersebut sangat menegangkan karena sapi qurban tersebut sangat besar dan agak ganas sehingga membutuhkan tenaga yang banyak untuk menjinakkannya. Setelah terasa tenang kemudian sapi disembelih dengan menyebut nama Allah SWT. Penyembelihan hewan qurban selanjutnya yang berupa empat ekor kambing tidaklah berat dan sesi penyembelihan tergolong cepat tanpa adanya perlawanan yang berarti. Setelah semua hewan qurban disembelih, para mahasiswa Planologi ikut membantu mengkuliti serta memotong hewan qurban tersebut untuk dibagikan kepada masyarakat yang berhak. Pada pukul 11.00 WIB daging qurban dipotong dan dibungkus oleh mahasiswa Planologi. Setelah itu, panitia acara membagikan daging qurban ke rumah-rumah warga sekitar tembalang tepatnya di Kelurahan Rowosari. Nah begitulah ceritanya. Bagaimana? Seru kan? Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung acara ini baik dari panitia, mahasiswa Planologi, dosen Planologi, civitas kampus, maupun donator yang telah mendonasikan sebagian rezekinya. Terima kasih mahasiswa Planologi atau Sahabat Almadinah yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Semoga acara ini memberikan manfaat bagi kita semua dan dapat mengambil hikmahnya. Semoga tahun besok lebih khidmat, ramai, dan semangat! Semoga Allah memanjangkan umur kita, aamiin.

Ditulis oleh : 
M. Wahyu Hidayat (Ketua Panitia Acara Qurban)

Editor :
Novi Yanti

Seimbang Dunia dan Akhirat #KajianKamisan


Assalamu’allaykum Sahabat Almadinah, admin mau membagi press release acara mingguan Departemen Syiar Almadinah yang berkerjasama dengan Departemen Syiar Arsitektur FKIA. Alhamdulillah telah dilaksanakan dengan peserta 10 peserta ikhwan ( 1 dari Arsitektur dan 9 dari Planologi) dan 6 peserta akhwat ( 1 dari Arsitektur dan 5 dari Planologi).  Bukan seperti biasanya, resume kali ini spesial ditulis oleh sekretaris Departemen Annisa loh, Sahabat Almadinah. Yuk dibaca dan semoga bermanfaat.


Tema               : Menyeimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat
Hari, Tanggal   : Kamis, 21 Mei 2015
Pukul               : 16.45 - selesai
Tempat            : Musholla Al-Hikmah JPWK Undip
Pemateri           : Ustadz Amin Taufiq

Umat manusia adalah salah satu makhluk Allah SWT yang senantiasa mendapatkan banyak limpahan rahmat dari-Nya. Manusia dan jin tidak hidup kecuali untuk beribadah. Sebagai hamba yang selalu taat dan taqwa pada Allah SWT, segalanya tidak diukur melalui amalan ibadah saja, melainkan pula lewat cara kita bermuamalah. Dunia merupakan tempat kita menuju akhirat, yaitu seabadi-abadinya tempat kita kelak. Dimana kita menanam di dunia, maka di akhiratlah kita memanen. Jangan pernah berpikiran bahwa Allah SWT akan memberi kemudahan ketika kita hanya mendekatiNya melalui do’a. Allah berfirman dalam QS. Al-Qhashash ayat 77:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Allah  SWT memerintahkan kita untuk melakukan interaksi dengan sesama manusia. Hal ini dikarenakan untuk mempermudahkan jalan kita dalam memenuhi kebutuhan hidup. Misalnya dalam mencari pekerjaan. Kita tidak mungkin bergantung kepada Allah SWT hanya melalui do’a tanpa disertai usaha. Allah akan memberi kemudahan kepada hambaNya ketika hamba tersebut berikhtiyar dan bertawakkal didalam mencapai tujuannya. Nothing worth having comes easy. Saat mencari pekerjaan, usahakanlah kita berikthiyar semaksimal mungkin. Begitu pula saat kita sudah memiliki pekerjaan, lakukanlah secara maksimal seakan-akan kamu hidup di dunia selama mungkin. Melalui bekerja inilah kita melakukan muamalah dengan banyak orang dan secara langsung kita telah memenuhi kebutuhan duniawi kita.

Allah SWT memerintahkan kita bekerja (terutama bagi laki-laki sebagai tulang punggung keluarga) karena Allah tidak menyukai hambaNya yang menyusahkan hamba yang lain. Ketika kita telah memiliki pekerjaan, setidaknya kita mengurangi beban orang lain dan bisa memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri. Allah SWT jelas-jelas tidak menyukai hambaNya yang meminta-minta. Hanya ada tiga keadaan dimana seseorang dilegalkan untuk meminta-minta:
  1. Orang yang memiliki tanggungan/hutang orang lain (bukan hutang pribadi). Orang ini boleh meminta-minta bantuan karena hutang tersebut bukan miliknya namun dia bertanggung jawab atas hutang tersebut tepat ketika dia menerima hutang tersebut.
  2.  Orang yang diakui sebagai seorang fakir (minimal dari tiga orang dewasa yang sehat akalnya). 
  3. Ada yang tahu Sahabat Almadinah?


Meskipun diperintahkan untuk tidak melupakan bagian dari dunia ini (bermuamalah), jangan pernah berpikir bahwa dunia adalah tujuan hidup yang sebenarnya. Dunia memang penting, namun hanya sebagai penyeimbang dan pendukung hidup. Kepada akhiratlah tujuan utama kita menikmati hidup ini. Apabila akhirat menjadi tujuan utama dalam kehidupan seseorang, yakinlah bahwa Allah akan memberikan segala kekayaan hati pada hambaNya tersebut. Ketika akhirat telah menjadi tujuan utama hidup ini, maka dunia akan datang padanya dengan menunduk. Wallahu a’lam bish showab.

Pokoknya, Sahabat Almadinah harus tetap semangat untuk mengejar visimisi yang hakiki yaitu surga akhirat. Nah untuk sukses dalam meraih visimisi tersebut kita juga harus sukses di dunia karena kita melalui dunia dahulu sebelum ke kehidupan akhirat. 


Berjuang di Jalan Allah #KajianKamisan


Assalamu'allaykum Sahabat Almadinah. Kali ini admin mau cerita bagaimana berjalannya kajian kamisan yang dilaksanaka pada Hari Kamis, 30 April 2015 di Mushola Al Hikmah. Kajian Kamisan ini berkerjasama dengan Rohis Jurusan Arsitektur loh atau biasa disebut dengan FKIA. Nah, seperti minggu kemarin, pengisi acara kajian kamisannya adalah Ust. Amin Taufik dan dimulai pukul 04.30 PM. Nggak seperti biasanya jam 04.00 PM karena pada pukul segitu Ust. Amin masih dalam perjalanan. Alhamdulillah, kajian kamisan ini dihadiri oleh 21 ikhwan yang terdiri dari 11 ikhwan dari Planologi dan 10 ikhwan dari Arsitektur. Sedangkan untuk akhwat berjumlah 8 yang berasal dari Planologi. Berikut ini ringkasan isi dari kajian kamisan.

Makna berjuang itu banyak. Nah kebanyakan itu mengartikan bahwa berjuang di jalan Allah itu identik dengan jihad. Kata jihad di Al Qur'an sendiri beriringan dengan fisabilillah. Rosulullah bersabda bahwa jihad itu adalah pilar Islam. Maka, penting bagi kita untuk memahami apa itu jihad sebenarnya. Ingatlah bahwa orang yang berjihad adalah orang yang bersungguh-sungguh mencari ridho Allah. Ya,, berjuang di Jalan Allah!

Ibnu Koyyim (CMIIW) membagi jihad menjadi beberapa kategori yaitu sebagai berikut.
  1. Jihad melawan hawa nafsu
  2. Jihad melawan syaitan
  3. JIhad melawan kekafiran/orang kafir
  4. Jihad melawan kemunafikkan/ orang munafik
Yuk kita selami keempat kategori jihad tersebut.

1. Jihad melawan hawa nafsu

Jihad ini bukan berperang mengangkat senjata yaa. Jihad ini melawan hawa nafsu yang tak terlihat bentuk wujud nyatanya namun efeknya sangat besar jika kita tak bisa melawannya. Nah, dalam jihad ini dibagi lagi menjadi tiga kategori yaitu.
  1. Jihad untuk mendapatkan ilmu. Nah Sahabat Almadinah pasti memahami bagaimana hawa nafsu membuat kita malas untuk belajar dan mendapatkan ilmu. Bagaimana bahayanya hawa nafsu itu.
  2. Jihad untuk mengamalkan ilmu. Sahabat Almadinah tahu kan bahwa " Ilmu tanpa amalan bagai pohon tak berbuah" Nah, ketika kita sudah memahami ilmu yang kita dapat kita perlu mengamalkan ilmu itu dan lagi-lagi si hawa nafsu sudah siap kapanpun menghadang kita. Makanya nih si hawa nafsu perlu kita perangi.
  3. Jihad untuk berdakwah. Yes, jihad ini adalah tahapan. Ketika kita telah mengamalkan ilmu maka perlu kiranya kita membagi ilmu tersebut kepada orang lain agar ilmu yang kita punya berkah. Lagi dan lagi si hawa nafsu itu berulah makanya perlu adanya berperang melawan si hawa nafsu tersebut. Ingatlah juga bahwa "Jihad bersabar untuk berdakwah." Tahu kan bahwa berdakwah itu jalannya gak mulus:

2. Jihad melawan syaitan

Nah ini nih temannya hawa nafsu yang perlu kita perangi. Tahu kata-kata ini "Syaitan adalah musuh yang nyata bagi kalian." dan memang benar bahwa syaitan itu musuh yang nyata bagi kita. Ingat bahwa syaitan berada di mana-mana siap untuk membisiki hal-hal yang menentang aturan Allah, menyesatkan kita ke jaan yang salah. Maka dari itu, gak perlu jauh-jauh berpikir tentang jihad yang menggunakan senjata jika kita sendiri masih bergulat dengan syaitan-syaitan yang halus itu. Walaupun begitu, adanya niat untuk berjihad seperti membela saudara kita di Palestina itu sangat diapresiasi :)

3. Jihad melawan orang kafir

Mau tahu gaya Islam dalam berperang jika dianalogikan sebuah permainan sepak bola maka gaya Islam adalah defensif alias bertahan. Apa maksudnya? Maksudnya adalah Islam tidak akan menyerang terlebih dahulu jika tidak ada serangan. Tidak perlu cari musuh jika tidak ada perlawanan. Islam cinta damai, namun ketika Islam ditindas maka kita wajib bergerak. Nah menyerangnya juga enggak anarkis namun pakailah cara yang lembut seperti yang diajarkan Rosulullah ketika sedang menyebarkan dakwah ke Negeri Romawi dengan menggunakan sepucuk surat yang indah. Surat yang terkenal adalah Aslim Taslam yang artinya Masuk Islam maka Selamat.

4. Jihad melawan orang munafik

Nah ini juga perlu diperangi loh. Allah sangat membenci orang yang munafik. Maka dari itu, mulai dari kita sendiri jangan menjadi orang yang munafik:)


Nah sekian ringkasan dari Kajian Kamisan kali ini. Jadi Jihad memang berperang ata berjuang di Jalan Allah. Dan berjuang di jalan Allah tidak harus berperang dengan senjata dan saling menembak. Banyak cara untuk berjuang di Jalan Allah salah satunya adalah apa yang sedang kita lakukan sehari-hari yaitu menuntut ilmu. Yap, jika kita menuntut ilmu dengan niat karena Allah tentunya.

Oya, Sahabat Almadinah juga bisa lihat album photo kegiatan #KajianKamisa kita minggu ini dengan cara klik DISINI atau bisa lihat pada menubar Album Photo.

Semangat Sahabat Almadinah :)





Perbedaan Dalam Islam #KajianKamisan




Perbedaan dalam Pandangan Islam
Hay guys, Bagaimana kabarnya? Kali ini, admin mau cerita tentang kajian rutin yang diadain pada Hari Kamis, 16 April 2015 nih. Kali ini pengisinya adalah Ustadz dari Jepara, namanya Ust. Amin Taufik. Seperti biasa acara ini diadakan di Mushola tercinta yaitu Mushola Al Hikmah.
Perbedaan selalu ada dan akan selalu ada. Cieile, kamu dan aku memiliki perbedaan. Namun aku dan kamu nggak akan menjadi musuh karena perbedaan kan? Seperti ulama yang memiliki perbedaan dalam hal tafsir namun ulama-ulama  tersebut pun tidak menjadi musuh. Ketika ada perbedaan namun masih dalam koridor syariat Islam maka itu adalah rahmat dari Allah yang perlu disyukuri dan diterima dengan cara yang baik. Nah kalau ada perpecahan itu masalahnya bukan ada di perbedaannnya namun di manusia yang mengakibatkan perpecahan itu. Mengapa bisa begitu? Karena adanya dengki yang ada dalam hati. So that, jagalah hati kita dari penyakit yang mengerikan itu. Jagalah hati kita jangan sampai membuat sebuah perpecahan. Dan jangan dilupakan bahwa kita tidak bisa melihat dan menyimpulkan sesuatu hanya dari satu sisi. Contohnya saja nih, sholat subuh kan ada perbedaan ada yang pake Doa Qunut dan ada yang tidak pak Doa Qunut. Nah kita enggak boleh mengatakan bahwa yang pake Qunut itu bukan Islam atau mengatakan yang tidak pake Qunut itu bukan Islam. Islam bukan untuk menghakimi. Itu hanyalah perbedaan yang perlu disyukuri dan dihargai. Akan tetapi ketika perbedaan tersebut keluar dari koridor syariat Islam maka itu tidak bisa ditolerir lagi.
Nah, itu singkat cerita dari jalannya Kajian Kamisan kali ini. Yuk yuk datang ke acara Kajian Kamisan berikutnya. Selain dapat ilmu yang bermanfaat juga dapat camilan gratis hoho.







Select Menu