Diberdayakan oleh Blogger.

Desktop

Chat

Bookmarks

User

Mail

Videos

Contact

Mobile

Archive

Racing

Cute

PENGURUS HARIAN

Kota

Portfolio

Feature

Press Release GOM Al-Madinah

Assalamualaikum Sahabat Almadinah, Berikut ini merupakan rangkuman rangkaian kegiatan terlaksana dari Al-Madinah. Acara apa hayoo? Mudah saja ditebak dari judul postingan ini. Nah, mari dibaca.
GOM Al-Madinah adalah acara pembukaan kegiatan mentoring di Jurusan Planologi. Oiya GOM sendiri adalah kependekan dari Grand Opening Mentoring. Acara GOM Mentoring dilaksanakan pada Jumat, 09 Oktober 2015 pada pukul 14.30 – 17.25 WIB. Kegiatan pertama dari kegiatan Grand Opening Mentoring adalah pembukaan acara yang dibuka dengan khidmat, sambutan dari pembimbing Rohis Al-MAdinah dan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Antusiasme dari kegiatan ini terhitung besar, yakni sebanyak 96 mahasiswa baru muslim Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota mengikuti kegiatan GOM.

Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran, dikarenakan sudah memasuki waktu ashar,kegiatan selanjutnya adalah sholat ashar yang dilaksanakan secara berjamaah di Mushola Al-Hikmah. Setelah selesai sholat, acara selanjutnya adalah penyampaian materi tentang “Urgensi Mentoring” oleh saudara Isnu Putra Pratama yang dan moderator acara oleh saudara Elrizky Jazwan, keduanya merupakan alumni dari JPWK Undip. Materi yang disampaikan oleh pemateri tentang “Urgensi Mentoring” menarik mahasiswa baru yang ternyata untuk sebagian mahasiswa baru, mentoring masih menjadi hal yang belum diketahui. Ketertarikan terhadap materi juga ditunjukkan dengan beberapa mahasiswa baru yang bertanya tentang mentoring, bagaimana mentoring berjalan, dan apa nilai positif yang didapat dari pemateri yang telah memiliki pengalaman mentoring.

Setelah materi selesai disampaikan, kegiatan selanjutnya adalah penjelasan tentang pembagian kelompok mentoring. Pada kegiatan tersebut mahasiswa baru juga berkumpul bersama para kakak pementor dari masing-masing kelompok. Mahasiswa baru berkumpul dan mendiskusikan rencana kegiatan mentoring untuk satu semester ke depan. Setelah diskusi selama kurang lebih lima belas menit, akhirnya diskusi ditutup oleh pembawa acara.

 Setelah diskusi tiap kelompok mentoring selesai, penutupan acara oleh pembawa acara menjadi akhir dari kegiatan GOM Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota ini. Nah begitulah ceritanya Sahabat Al-Madinah. Seru kan? Alhamdulillah acara GOM Jurusan Planologi tahun ini berjalan lancar, dan lebih ramai dari tahun sebelumnya. berjalan dengan lancar, 88% dari mahasiswa baru muslim di Jurusan Planologi mengikuti acara ini. Rerima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung acara GOM, baik dari panitia, mahasiswa Planologi, alumni mahasiswa Planologi, dan civitas kampus, Terima kasih untuk semua Sahabat Almadinah yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Semoga semangat dari acara GOM dapat istiqomah sehingga kegiatan mentoring selanjutnya juga dipenuhi dengan semangat. Semoga tahun besok lebih khidmat, ramai, dan tetap penuh semangat! Semoga Allah memanjangkan umur kita, aamiin.



Ditulis oleh: Aida Ulfa Faza (Sekdep Departemen Mentoring)

Kumpulan Doa Dalam Menghadapi Ujian Kuliah


Lagi jamannya ujian nih. Ujian semester, ujian akhir semester, ujian praktikum, tugas besar, ujian SBMPTN, ujian masuk perguruan tinggi, dan masih banyak lagi ujian-ujian yang lain. Kepada teman-teman yang sedang menghadapi ujian, semoga selalu dimudahkan oleh Allah Ta’ala dalam menghadapi soal-soal ujian. Selalu tanamkan keyakinan dalam diri kalian bahwa Allah Ta’ala pasti akan menolong hamba-hambaNya yang mau berusaha dan menyerahkan segala hasilnya kepada Allah semata, bukan kepada mantra,  jampi-jampi, air sakti, dukun, atau azimat-azimat.
Berikut ini do’a yang bisa diamalkan ketika menghadapi ujian yang kami sarikan dari kitab Hishnul Muslim karangan Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani:
1. Doa agar diberi kemudahan

اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlan.”
“Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.”
Shahih Ibnu Hibban no. 2427; Syaikh ‘Abdul Qadir Al Arna’uth menyatakan shahih dalam Takhrij Al Adzkar hal. 106)
2. Doa Kelancaran Lisan oleh Nabi Musa ‘Alaihis Salam

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي, وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي, وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي, يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Rabbisy syrahlii shadrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam millisaanii, yafqahu qaulii.”
“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”
QS Thaahaa : 25-28
3. Doa Memohon Tambahan Ilmu Pengetahuan

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Rabbi zidnii ‘ilmaa.”
“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”
QS Thaahaa : 114
4. Dzikir-dzikir
Dan perbanyaklah berdzikir kepada Allah Ta’ala baik sebelum ujian dimulai maupun sesudahnya:

وَقَالَ : أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ

Rasulullah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam bersabda: “Perkataan yang paling disenangi oleh Allah adalah empat: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah, dan Allaahu akbar. Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang mana di antara kalimat tersebut. (Shahih Muslim no. 1685)

وَقَالَ : ((أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ)) فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ، كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ قَالَ: ((يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ، فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيْئَةٍ))

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda: “Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan tiap hari?” Salah seorang di antara yang duduk bertanya: “Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)?” Rasul bersabda: “Hendaklah dia membaca seratus tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus.” (Shahih Muslim no. 2073)

كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَـانِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: Subhaanallaah wabi-hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim. (Shahih Al Bukhari 7/168)

وَقَالَ : لأَنْ أَقُوْلَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda: “Sungguh, apabila aku membaca: ‘Subhaanallah, walhamdulillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar’. Adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit. (Shahih Muslim no. 2072)
Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kalian semua. Semoga berhasil.
Abu Ahmad Tommi Marsetio
Sumber: firmadani.com






Musker Al Madinah 2015


Assalamu’allaykum.... Apa kabar? Sudah lama yaa website ini enggak publish sesuatu? Apakah ada yang rindu? Hoho, maafkan admin, manusia yang tempatnya salah dan lupa. Okay, jangan banyak basa basi lagi, kali ini amin mau cerita tentang Musker Al Madinah tercinta ini Loh.

Alhamdulillah Rohis Al Madinah Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro telah menyelenggarakan musyawarah kerja. Acara tersebut dilaksanakan pada Hari Sabtu, 28 Maret 2015 di Ruang B.105 JPWK.  Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dilanjutkan dengan musyawarah tentang Pedoman keberlangsungan Rohis Al Madinah kedepannya. Sesi ini dipimpin oleh 3 peserta acara yang rela dan ikhlas menjadi presidium 1, 2, dan 3. Alhamdulillah sesi ini berjalan dengan lancar sampai Dhuhur dan dilanjutkan sekitar pukul 13.00 WIB setelah Sholat Dhuhur dan makan siang.  Sesi kedua ini merupakan pemaparan dari pengurus harian dan masing-masing departemen di Rohis Al Madinah. Satu persatu departemen di Rohis Al Madinah mempresentasikan rencana kerja untuk satu tahun kepengurusan. Alhamdulillah dalam pemaparan rencana kerja mendapatkan kritik dan saran dari para peserta yang datang yang akan menjadi bahan pertimbangan untuk masing-masing departemen. Untuk melihat dokumentasi Musyawarah Kerja Almadinah, bisa klik DISINI serta untuk melihar Program Kerja Rohis Almadinah 2015 bisa dilihat DISNI
Sekian laporan dari admin yang banyak salah ini. Terima kasih telah membaca.

“Ini bukanlah akhir, ini adalah awal dari sebuah jalan yang akan ditempuh oleh kami. Doakan kami agar kami istiqomah dalam perjalanan ini.”

Al Madinah Reaktif.
Religius. Aktif. Informatif






Kuliah Asyik Bareng Mentoring !

KULIAH ASIK BARENG MENTORING
           
Assalamu’alaikum planners! How’s your day? Gimana kabarnya? Baik? Capek? Stress sama tugas? Galau kebanyakan deadline? Buat kalian yang lebih banyak kabar  ‘jelek’ nya daripada kabar ‘baik’ nya, hayolooh jangan-jangan kalian ngga ikut mentoring yaa? “Loh emang apa hubungannya min?”. Jadi hubungannya adalah, kalau kalian ikut MENTORING dijamin deh CAPEK, STRESS dan GALAU bakal  HILANG hihi. Ngga percaya? Nih mimin kasih tau asiknya kuliah bareng mentoring. Cekidot yaaa
1.  Mentoring gives us kind friends
Bagaimana bisa mentoring dapat memastikan kalau kita akan mendapatkan banyak teman baik dengan ikut mentoring? Jadi, gini ceritanyaa. Mentoring bisa memberikan kita teman-teman baik karena dalam mentoring kita akan dikumpulkan dalam beberapa kelompok di mana tiap kelompok akan dibimbing oleh seorang pementor dan di dalam mentoring ini kita akan dapet banyaaaaak banget pelajaran tentang kehidupan yang islami. Bisa dibayangin kan kita sama temen sekelompok kita sama-sama dapet pelajaran tentang kehidupan islami yang insyaAllah bakal memandu setiap akhlak kita. Nah dari situ, insyaAllah kita dan temen sekelompok kita bisa jadi manusia yang lebih baik. See? Mentoring will give us kind friends. Yeayy :D
2.  Mentoring jadi tempat diskusi
     Mentoring dapat menjadi wadah diksusi, di mana kalau kita bingung, terutama tentang agama, kita, teman-teman sekelompok dan juga pementor bisa diskusi bareng. Di dalam diskusi ini kita ngga saling menggurui, insyaAllah kita akan dibimbing sama pementor tentu aja dengan sumber Al-Qura’an dan hadits. “Kalau pementor nya ngga tau gimana dong min?”. Nah kalau dalam diskusi kita itu pementor juga belum tau, insyaAllah pasti nanti pementor kita akan cari tau lebih lanjut ke ahlinya, dan insyaAllah pementor juga tidak akan bersikap sok tau. Asik kan? Kita bisa memecahkan kebingungan kita. Yeayy :D
3.  Mentoring bisa jadi tempat curhat dan bimbingan nugas
     Naaah ini nih salah satu yang bikin kuliah sambal mentoring jadi asik.Mimin  mau cerita pengalaman mentoring di Al-Madinah, Planologi Undip. Jadi sewaktu  mentoring sama temen-temen, kami kadang curhat sama pementor kami, dan Alhamdulillah kami sering dapet solusi. Selain itu, kami juga pernah, eh sering ding. Sering minta diajarin pementor buat membantu tugas-tugas kami yang kami rasa masih membingungkan. Bukan bantui ngerjain loh ya, tapi bantuin ngasih penjelasan yang lebih gampang. Nah asik kan? Udah bisa curhat, bisa diajarin tugas, dapat pahala ikut mentoring lagi. Asikk! Yeayy :D
4.  Mentoring mendewasakan kita
Mentoring bisa mempercepat kedewasaan kita loh, atau bahasa gaul nya “akselerasi kedewasaan”.  Kedewasaan yang dimaskud di sini luas guys, bisa jadi, kedewasaan dalam memahami Islam, kedewasaan dalam berilmu sesuai pilihan kompetensinya, kedewasaan dalam mensikapi masalah, kedewasaan dalam memilih keputusan, bahkan kedewasaan dalam bergaul- mengenal karakter manusia. “Kok bisa?”Mentoring adalah proses “percepatan kedewasaan”, karena dengan mentoring, maka kita akan memperbesar “kapasitas berkomunitas” kita, memahami bahwa ternyata, karakter manusia itu beragam, menangani konflik komunikasi, hingga mampu bekerjasama walaupun terdapat perbedaan prinsip di satu sisi. Gimana guys? Asik kan? Bisa mempercepat kedewasaan kita, khususnya kedewasaan pikiran. Mentoring asik! Yeayy :D
5.  Mentoring jalan, pahala lancar
Nih planners ganteng dan cantik, yang semoga dirahmati Allah SWT, mentoring itu bisa membantu kita dalam upaya menabung pahala untuk akhirat kita. “Kok dapet pahala?”. Yaiyalah insyaAllah dapet pahala, karena dengan kita ikut mentoring, kita sudah menjadi manusia yang memilih jalan Allah. “Kok bisa jalan Allah?”. Ikut mentoring merupakan sebuah pilihan di jalan Allah, jalan kebaikan J. Selain itu,Allah juga menjajikan pertolongan untuk kita loh guys, ini di Al-Qur’an Surat Muhammad ayat 7, yang artinya “……Jika kamu menolong (Agama) Allah, niscaya DIa akan menolongmu dan meneguhkn kedudukanmu”. Jadi dengan kita memilih untuk ikut mentoring, insyaAllah kita termasuk manusia yang ikut menolong (Agama) Allah. Semoga dengan begitu pertolongan Allah selalu bersama kita ya J
     Tadi beberapa manfaat dari mentoring.Banyak kan manfaatnya? Masih beberpa loh guys, artaainya manfaat mentoring sebenernya masih banyak lagi. InsyaAllah di waktu yang akan dating mimin akan jelaskan lagi manfaat-manfaat mentoring yang lain yang tentunya ngga kalah buat bikin kuliah kalian jadi asik. Dadaaaah. Assalamu’alaikum J












Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya



Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya

Sejarah pernah mencatat, bahwa imperium Utsmaniyah pernah memiliki peranan yang menentukan dalam percaturan dunia. Bahkan dakwah Islamiyah pernah sampai ke Wina. Sehingga masyarakat barat menjadi tidak tenang. Itu semua bisa terjadi karena umat Islam di waktu itu membekali diri dengan ilmu pengetahuan, di samping memperkokoh keimanan. Bahkan sejarah pernah pula mencatat, bahwa kemajuan peradaban Islam di Eropa, khususnya di Spanyol, tidak terlepas dari ajaran Islam, yang menjunjung tinggi dan mengagungkan ilmu pengetahuan. Kemajuan barat, tidak bisa dipisahkan dari kontribusi Islam. Sebagaimana diungkapkan oleh para ilmuwan mereka dengan tegas mengatakan, bahwa bangsa eropa sangat beruntung dan berhutang budi dengan kedatangan Islam. Banyak ilmu pengetahuan yang ditemukan dan kemudian diadopsinya. Kesan juga diungkapkan oleh ilmuwan barat lainnya, bahwa ilmu pengetahuan yang dibawa Islam, menjadi inspirasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern barat. Saat itulah izzul Islam wal muslimin (kemulyaan Islam dan kaum muslimin) dirasakan oleh dunia. Ini merupakan rahmat besar. Hidup dengan ilmu pengetahuan, disegani dan dihormati oleh bangsa lain. Ini sebagai bukti bahwa Islam adalah agama yang merupakan aturan hidup yang sempurna yang datang dari Allah SWT.
Islam sebagai agama rahmatan lil ‘aalamiin. Telah mensyariatkan dan mewajibkannya kepada umatnya untuk menuntut ilmu dan mengamalkannya melalui wahyuNya yang pertama kali turun yakni iqra’ (bacalah). Artinya ini perintah untuk belajar dan menuntut ilmu. (QS At Taubah : 122, Az Zumar : 9 ).
Kata “ilmu” di dalam Al Qur’an dengan berbagai bentuknya terulang sebanyak 854 kali. Artinya agama Islam memberi perhatian besar kepada manusia untuk membekali diri dengan ilmu, dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai hamba Allah untuk beribadah kepadaNya dan sebagai khalifatullah di muka bumi ini. Oleh karena itu, Rasulullah SAW mewajibkan kepada semua umatnya untuk menuntut ilmu. Sebagaimana sabdanya : thalabul ilmi fariidhotun ‘alaa kulli muslimiin wa muslimatun (mencari ilmu itu wajib bagi muslim laki-laki maupun perempuan). Beliau juga mempunyai kebijakan untuk mendorong umatnya terus belajar dan belajar. Misalnya ketika kaum muslim berhasil menawan sejumlah pasukan kaum musyrikin dalam perang Badar. Dengan cara menawarkan mereka, jika mau bebas mereka harus membayar tebusan, atau mengajar baca tulis kepada warga Madinah. Kebijakan ini sungguh cukup strategis, karena mempercepat terjadinya transformasi ilmu pengetahuan di kalangan kaum muslimin.
Menuntut ilmu itu adalah bagian dari ibadah. Menuntut ilmu itu adalah suatu kemulyaan. Allah SWT akan mengangkat derajat dan kedudukan orang yang menuntut ilmu. Dan Allah akan mudahkan jalan menuju surga orang yang menuntut ilmu. Allah berfirman dalam surah Al Mujadilah : 11 yang maknanya : Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Menuntut ilmu disamping ibadah, juga merupakan jihad. Yakni jihad melawan kebodohan. Jihad melawan keterbelakangan. Maka di sinilah diperlukan kesungguhan yang luar biasa. Sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW : man khoroja fii tholabil ilmi fahuwa fii sabiilillah (barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia pada jalan Allah). Ilmu adalah cahaya yang menerangi dan menerangi hidup ini. Ilmu adalah petunjuk, sedang kebodohan adalah kegelapan dan kesesatan. (QS Al Maidah : 15-16), yang maknanya : Hai ahli Kitab, Sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.
Dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Ilmu adalah alat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Bagaimana kita akan mengenal Allah kalau kita tidak pernah membekali diri dengan ilmu. Ilmu sekaligus juga sebagai petunjuk keimanan dan beramal sholih. Dengan menuntut ilmu berarti kita telah meneladani sifat Allah yang Mulia yakni Al Aliim. Bukankah kita diperintakan untuk berakhlak dengan akhlak Allah. Allah telah memberi anugerah kepada penuntut ilmu dengan rahmah dan maghfirohNya. Sehingga energi yang dimiliki oleh orang aliim, diharapkan mampu meningkatkan kualitas manusia dan menjawab berbagai persoalan manusia.
Selayaknya seorang penuntut ilmu antusias untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkannya, sebagaimana antusias dia dalam mencari tambahan ilmu baru. Karena tujuan pokok menuntut ilmu adalah untuk diamalkan. Mengamalkan ilmu juga menjadi pertanda atas nikmat Allah berupa ilmu, yang dengannya Allah akan menambahkan ilmu sebagai ziyadah (tambahan) nikmat atasnya, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,” (QS. Ibrahim: 7)
Maka barangsiapa yang mensyukuri nikmat ilmu dengan amal, niscaya Allah akan menambah nikmat berupa ilmu. Sebagaimana yang dikatakan oleh Abdul Wahid bin Zaid, “Barangsiapa yang mengamalkan ilmunya, maka Allah akan membuka baginya ilmu yang belum diketahui sebelumnya.”
Orang yang hanya sibuk mencari ilmu namun tidak berusaha mengamalkannya, seperti orang yang mencari uang, namun ia tidak mampu membelanjakannya, lalu apa gunanya dia mencari uang?
Abdullah bin Mubarak berkata, “Orang yang berakal adalah, seseorang yang tidak melulu berpikir untuk menambah ilmu, sebelum dia berusaha mengamalkan apa yang telah dia miliki, Maka dia menuntut ilmu untuk diamalkan, karena ilmu dicari untuk diamalkan.
Tentu saja penekanan beliau adalah motivasi untuk mengamalkan ilmu yang telah dimiliki, bukan mengerem atau menjatuhkan semangat untuk menambah ilmu. Bagaimanapun, kita tetap harus senantiasa menuntut ilmu dan terus berusaha mengamalkan ilmu. Tidak dibenarkan juga seseorang yang tidak sudi menuntut ilmu dengan alasan takut akan tuntutannya. Karena berarti dari awal dia sudah tidak memiliki niat untuk mengamalkan ilmu. Akhirnya ia menjadi orang yang bodoh dari ilmu dan kosong dari amal. Tepat sekali jawaban sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ketika seseorang kepada beliau, “Sebenarnya aku ingin mencari ilmu, tapi aku takut menyia-nyiakannya (yakni takut tuntutan mengamalkannya).” Maka beliau berkata, “Cukuplah kamu dikatakan menyia- nyiakan ilmu jika kamu tidak mau belajar.
Para ulama memandang, seseorang tidak dikatakan alim (orang yang berilmu) kecuali setelah mengamalkan ilmu yang dimilikinya “Innamal ‘aalim, man ‘amila bimaa ‘alim.”(sungguh orang yang yang alim itu adalah orang yang mengamalkan ilmunya) Imam asy-Sya’bi juga berpendapat bahwa orang yang faqih adalah orang yang benar-benar menjauhi segala yang diharamkan Allah SWT dan alim adalah orang yang takut kepada Allah SWT. Jika kita menengok para ulama salaf dan para Imam yang bertabur ilmu, akan kita dapatkan bahwa mereka bukan sekedar ahli ilmu, tapi juga ahli ibadah. Bukan sekedar ibadah yang wajib dan yang tampak, tapi juga ibadah yang sunnah dan yang tersembunyi.



Diambil dari http://www.masjidalakbar.com/khutbah1.php?no=135 dengan sedikit gubahan.

Apa itu Mentoring ?



Apa itu mentoring??
Bismillah...
Mentoring? Apa itu mentoring? Pasti banyak yang tanya sama yang satu ini, atau mungkin kalian udah pada tau mentring itu apa. Yups, beberapa dari kita mungkin udah tau mentoring sejak SMA atau mungkin dari SD atau SMP. Awalnya memang sungguh sangat merasa tidak tertarik dengan mentoring. Tapi minggu demi minggu kalau diikuti terus ternyata bermanfaat juga yaaa, mungkin bagi kalian yang gak tau mentoring, pasti akan merasakan yang sama seperti itu, namun setelah kalian mengikuti mentoring pasti kalian juga akan merasakan senang. Ayooo ikut mentoring, kami Rohis Al Madinah Planologi Undip  akan berbagi beberapa hal yang ada di dalam mentoring yang dikutip dari beberapa blog.
Secara bahasa, mentoring berasal dari bahasa Inggris mentor yang artinya penasehat. Mentor adalah seorang yang penuh kebijaksanaan, pandaimengajar, mendidik, membimbing, membina, melatih, dan menangani oranglain, maka perkataan mentor hingga kini digunakan dalam kontekspendidikan, bimbingan, pembinaan, dan latihan. Secara istilah, ada beberapa definisi mentoring yang berbeda satusama lain, diantaranya adalah Shahizan Hasan dan Tsai Chen Chien mendefinisikan mentoring sebagai proses yang menggunakan berbagai aspektermasuk kemahiran oleh orang yang berpengalaman melalui bimbingan,pendidikan dan latihan kepada remaja bagi tujuan pembelajaran. Parsloe dan Wray, mendefinisikan mentoring sebagai proses yang menyokong danmenggalakkan seseorang supaya pembelajaran berlaku. Clutterbuck mengatakan, mentoring juga mencakup aspek melatih, membimbing,konseling dan ikatan kerjasama dengan individu lain. Anderson dan Russell, menyatakan bahwa mentoring merupakan pembentukan komunitas yang memerlukan kepercayaan dan perasaan ambil berat mengenai masa depan remaja. Ia juga adalah perkongsian antara pengetahuan dan kemahiran pribadidengan remaja. M. Ruswandi dan Rama Adeyasa, menyatakan bahwa mentoring merupakan salah satu sarana pembinaan Islami (TarbiyahIslamiyah) yang di dalamnya ada proses belajar mengajar yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kepribadian Islam. Jadi secara umummentoring merupakan kegiatan pendidikan yangmencakup di dalamnya tentang mengajar, mendidik, melatih, dan membinayang dilakukan dengan pendekatan saling nasehat-menasehati yang didalamnya terdapat rasa saling mempercayai satu sama lain antara dua pelakuutama yaitu mentor (penasehat utama dalam kelompok mentoring) dan mentee(peserta mentoring). Arti saling nasehat-menasehati itu adalah saling memberikan perhatianhati terhadap yang dinasehati yang bertujuan untuk kebaikan dan dilakukandengan cara mengikuti apa-apa yang dicintai Allah. Pendekatan salingnasehat-menasehati tersebut sesuai dengan apa yang diperintahkan Allahdalam firmanNya yang berbunyi : 
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehatmenasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supayamenetapi kesabaran” (QS. Al-Ashr : 1-3)
Dari penjelasan di atas, maka nasehat-manasehati merupakan hal yangharus dilakukan oleh setiap muslim, oleh karena itu saling menasehatiditerapkan dalam kegiatan mentoring. Pendekatan saling menasehati dalam kegiatan mentoring bertujuan untuk menciptakan suasana saling belajar, saling mempercayai, serta saling memberi pengalaman dan kebaikan yangnantinya akan memberikan perubahan ke titik yang lebih baik yakni sebuahkepribadian Islam yang menyatu dalam kehidupan sehari- hari para remaja.
Oh iya, mentoring juga punya kurikulum yaaa walaupun menggunakan kurikulum tapi jelas mentoring itu berbeda dengan kegiatan kuliah:
Bab 1: Tawazun
Bab 2: Ikhlasunniyah
Bab 3: Aqidah Islamiyah
dan jenis lainnya, tapi insya Allah ingatlah yang pentingnya mah :D pokoknya semuanya dari perkara keci samapai besar dibahas insya Allah sesuai deh dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah :).
Apakah mentoring hanya sebatas sarana mencari ilmu? Mentoring atau tarbiyah lebih luas dari itu. Fungsi utama Mentoring sebnarnya adalah sebagai sarana memperbarui motivasi ber-Islam kita. Seperti yang kita dengar di Tombo Ati nomer 3: Wong kang Sholeh kumpulono (Berkumpulah dengan Orang Sholeh). Layaknya baterai Hape, ke-Imanan kita juga perlu dicharge ulang. Dengan berkumpul dengan teman-teman yang punya tujuan yang sama yakni meningkatkan Iman dan Taqwa akan menambah motivasi ktia dalam beramal.
Nah, mungkin sedikit tulisan belum bisa memuaskan keingintahuan teman-teman, setidaknya teman-teman punya gambaran umu tentang apa itu mentoring.

Dikutip dari
rahmadian05.blogspot.com/2012/08/apa-si-itu-mentoring.html

kisi-its.blogspot.com/2012/09/apa-itu-mentoring.html
Select Menu